Jakarta (KABARIN) -
Pembalap Belanda Olav Kooij dari Decathlon CMA CGM mengukir kemenangan perdananya dalam Tour de France 2026 setelah menjadi yang tercepat dalam sprint akhir etape kelima dari Lannemezan menuju Pau, Rabu.
"Meraih kemenangan ini sungguh luar biasa. Saya harus melewati beberapa etape sulit dan menunggu kesempatan pertama untuk melakukan sprint di Tour de France. Kemenangan ini sangat berarti," kata Kooij seperti dikutip laman Tour de France.
Kooij tampil dominan dalam finis massal dan mengungguli Max Kanter (XDS Astana) yang berada di posisi kedua dan Tim Merlier (Soudal Quick-Step) di urutan ketiga. Sementara, Jasper Philipsen (Alpecin-Premier Tech), pemenang sprint di Pau pada 2024, harus puas finis di peringkat kelima.
Pebalap berusia 24 tahun itu mengungkapkan keberhasilannya tidak terlepas dari perjuangan menjaga kepercayaan diri setelah melewati periode sulit pada awal musim.
"Saya senang bisa kembali ke level ini setelah musim semi yang cukup berat, ketika saya harus terus percaya kepada diri sendiri melalui banyak rintangan," ujar Kooij.
Kemenangan di Pau menjadi pencapaian penting Decathlon CMA CGM karena menjadi kemenangan ke-23 tim tersebut sepanjang sejarah Tour de France. Hasil tersebut juga menjadi kemenangan sprint pertama tim Prancis itu sejak 2004.
Etape kelima menjadi kesempatan bagi para sprinter setelah rangkaian awal Tour de France.
Pada awal balapan, Baptiste Veistroffer (Lotto Intermarché) melesat duluan sendirian sampai membuka jarak hingga 3 menit 40 detik dari rombongan utama.
Veistroffer kemudian memimpin sprint antara di Vic-en-Bigorre pada kilometer 113,5. Pembalap Prancis itu juga dinobatkan sebagai pembalap paling agresif pada etape kelima.
Menjelang finis, Fred Wright (Bahrain Victorious), Kasper Asgreen (EF Education-EasyPost), dan Valentin Paret-Peintre berhasil diredam oleh rombongan utama. Veistroffer akhirnya tersusul 14 kilometer sebelum garis finis.
Drama terjadi pada lima kilometer terakhir ketika kecelakaan membuat pemegang jersei kuning Torstein Træen (Uno-X Mobility) tertinggal dari kelompok utama. Ia harus melakukan pengejaran untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin klasifikasi umum.
Di depan, tim-tim sprinter mengatur kecepatan menuju garis finis. XDS Astana berusaha menyiapkan sprint untuk Max Kanter, tetapi Kooij melaju lebih cepat dan melewati seluruh pesaingnya untuk meraih kemenangan.
Tidak ada perubahan jarak waktu di antara para kandidat utama klasifikasi umum. Træen tetap mempertahankan jersei kuning menjelang etape keenam yang akan membawa para pebalap menghadapi tantangan Pegunungan Pyrenees dengan melewati Col d’Aspin dan Col du Tourmalet sebelum finis di Gavarnie-Gèdre.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026